PIN KECIL DARI
TANGAN KECIL
"Papah pulang ya sayang"
Semakin erat dipeluknya guling itu, dia menangis, tak jelas kenapa.
Semakin erat dipeluknya guling itu, dia menangis, tak jelas kenapa.
Ku cium pipinya sambil berucap pamit berangkat
"Ayo, ngantar nggak?"
Dia diam, membenamkan wajahnya lebih dalam, sembunyi di balik guling.
---
Sesaat setelah ku hidupkan motor, dia berlari keluar dan memandang kaku dari depan pintu, mendekat dan duduk di teras.
"Papah berangkat ya Nak"
Dia berdiri dan menyerahkan sebuah mainan kecil replika super hero, hadiah jajannya tadi pagi di sekolah.
"Terima kasih sayang, ini hadiah ultah Papah ya?
Tak menjawab, buru-buru diambilnya mainan yang tadi diserahkannya, lalu menggantikannya dengan sebuah pin kecil bergambar cinta yang banyak.
Dia diam, membenamkan wajahnya lebih dalam, sembunyi di balik guling.
---
Sesaat setelah ku hidupkan motor, dia berlari keluar dan memandang kaku dari depan pintu, mendekat dan duduk di teras.
"Papah berangkat ya Nak"
Dia berdiri dan menyerahkan sebuah mainan kecil replika super hero, hadiah jajannya tadi pagi di sekolah.
"Terima kasih sayang, ini hadiah ultah Papah ya?
Tak menjawab, buru-buru diambilnya mainan yang tadi diserahkannya, lalu menggantikannya dengan sebuah pin kecil bergambar cinta yang banyak.
Setelah memberikan pin itu dia duduk
wajahnya langit mendung mau hujan.
Ada kesedihan dan tangis yang ditahan.
Anak kelas satu itu mencoba senyum bersama air mata.
---
Pin dari tangan kecil itu telah menyampaikan pesan, tentang cinta yang membuat hatiku bergetar.
---
Pin dari tangan kecil itu telah menyampaikan pesan, tentang cinta yang membuat hatiku bergetar.
Ku tarik nafas dalam dan panjang, mengucap salam lalu
berangkat. Hatiku tertinggal padanya si tangan kecil.
Setelahnya..
Setelahnya..
Ratusan kilo, sepanjang jalan, sepertinya hujan telah
turun memburamkan pandangan, tapi.. jalan beraspal itu kering berdebu. Oh, mataku
lah yang membasahinya.
---
Tangan kecil memenuhi kepala, meremas jantungku
Menyesakkan.
---
---
Tangan kecil memenuhi kepala, meremas jantungku
Menyesakkan.
---
24 Februari 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar